Mengenalkan Budaya, Misi dari Developer Game Indonesia
Misi Developer Game Indonesia

Mengedukasi Kesehatan Mental dan Mengenalkan Budaya, Misi dari Developer Game Indonesia

Misi Developer Game Indonesia – Untuk Lucky Dharmawan dan Shafiq Husein, menciptakan game yang bukan hanya sekedar untuk hiburan bagi masyarakat, tapi juga ada niat yang baik dari game tersebut. Lucky dan Shafiq adalah developer game Indonesia yang menjadi peserta dari Indie Game Accelerator (IGA) tahun 2022 yang diadakan oleh Google, yaitu program edukasi, latihan, serta saran mengenai produk, desain, serta monetisasi untuk seorang pengembang game.


Lucky mengatakan, sejak awal dia ingin menciptakan game dengan genre otome atau novel visual yang menceritakan kisah cinta perempuan bersama beberapa lelaki, tapi dirinya tahu genre tersebut tidak mudah berkompetisi dengan game dari Jepang yang mempunyai visual lebih baik. Akhirnya, Eternal Game Studio memilih untuk menciptakan game yang berfokus untuk mengedukasi kesehatan mental dari tahun 2019 lalu. “Tahun 2019 akhir yang mungkin kesehatan mental masih belum se-speak up saat ini, bahkan sekarang orang semuanya mengaku mental health,” ujar Lucky. “Oleh karena itu, kita mencoba memasukan isu yang lebih deep dan lebih dalam, yang bisa memberi kesadaran pada hal tersebut,” lanjutnya.

Salah satu game yang dihadirkan oleh Eternal Game Studio, The Sun Shines Over Us,

“Kita ingin memberitahukan jika anda membully orang, maka akibatnya bisa seperti ini,” ujar Lucky.

Bahkan,  Lucky mengatakan game tersebut juga untuk memberikan semangat terhadap korban bullying bahwa mereka tidak pernah sendirian. Lucky mengatakan, banyak sekali pemain The Sun Shines Over Us yang terbantu game tersebut.

“Beberapa pemain game kita yang mengirimkan e-mail untuk mengatakan terimakasih karena membuat game ini dan mereka merasa sangat terbantu bahkan tidak merasa sendirian,” lanjutnya.

Mengenalkan Budaya Indonesia

Hal ini terlihat dari beberapa game yang dibuat oleh Gambir Studio, seperti Bubur Ayam Express yang menceritakan tukang bubur ayam, Selera Nusantara mengenai kuliner dari Indonesia, dan TTS Lontong yang mengajak pemain untuk bermain tebak-tebakan lucu dari Cak Lontong.

Ia mengatakan, memang sulit memperkenalkan budaya Indonesia seperti yang terdapat dalam sebuah game Selera kuliner Nusantara dari indonesia. Maka dari itu, Gambir Studio juga berpikir untuk membuat game yang lain berjudul Knight vs Giant yang menambahkan unsur budaya Indonesia yaitu buto ijo serta pakaian adat daerah.

Baca Juga : Aplikasi dan Game Pemenang di App Store 2022


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *