Nokia Menyebut Metaverse Menggantikan Smartphone Masa Depan
Nokia

Nokia Menyebut Metaverse bisa Menggantikan Smartphone di Masa Depan

Nokia – Perusahaan telekomunikasi dan handphone legendaris dari Finlandia, Nokia, disebut telah memperkirakan masa depan smartphone yang kini digunakan oleh hampir semua orang. Menurut perusahaan tersebut, metaverse bisa menggantikan teknologi smartphone.

Teknologi metaverse juga didukung oleh tambahan perangkat Virtual Reality (VR) dan teknologi Augmented Reality (AR). Perangkat tersebut telah mendukung metaverse dan membantu pengguna untuk berkomunikasi dengan pengguna lain dan melakukan berbagai kegiatan dalam dunia virtual.

Nokia, merupakan sebuah produsen pertama yang membuat sistem smartphone, memperkirakan hilangnya tren smartphone yang sekarang ini dikenal pada teknologi metaverse. Memang kini smartphone masih banyak, pengalaman metaverse bisa menjadi alat interaksi utama dalam dua waktu ini.

Meski teknologi Augmented Reality masih harus melakukan pengembangan agar semakin canggih, Nokia mempercayai bahwa akan semakin meningkatnya ketertarikan pengguna pada perangkat tersebut, yang bisa meningkatkan teknologi metaverse ini. Kepala strategi dari teknologi Nokia, Nishant Batra meyakini pada hal tersebut.

“Kepercayaan kami yaitu bahwa perangkat tersebut bisa diambil alih oleh teknologi metaverse dalam waktu dua periode ini,” ujar Batra, dilansir dari Voi.

Tapi disisi yang lain, pihak Nokia percaya bahwa bangkitnya dunia digital tentu mengacu terhadap beberapa hal penting seperti kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Contohnya, Meta yang membuat metaverse menjadi tren. Bahkan, pihak nokia meyakini bahwa, pengguna akan lebih mencemaskan pada harga dan juga bentuknya dibandingkan lembaga.

Baca Juga : Jokowi Meluncurkan Metaverse IKN Jagat Nusantara

“Peningkatan teknologi yang semakin luas dari perusahaan dan pelanggan tentu begitu penting supaya bisa lebih berkembang, hal tersebut juga bisa bergantung kepada tersedianya perangkat VR dan AR secara terjangkau yang akan terhubung tanpa menggunakan kabel,”  Batra menegaskan.

Pada hal tersebut juga, harga pada headset metaverse terkenal sudah mengalami peningkatan sekarang ini, karena Meta menaikan harga Headsetnya menjadi 400 dolar AS di bulan Juli. Di awal bulan ini, perusahaan juga mengenalkan pemilihan premium, Quest Pro VR, yang dihargai sekitar 1.500 dolar AS.

Dengan begitu, peng-uangan metaverse bisa menjadi sesuatu yang lebih sulit diraih, karena perusahaan meyakini adanya peningkatan, dengan peng-uangan bergantung terhadap meningkatnya cara penggunaan yang berbeda pada pengalaman dalam teknologi metaverse. Nokia memperkirakan bahwa seluruh hubungan tersebut bisa membuat sebuah keamanan, dan perusahaan bekerja untuk menjaga keamanan para pengguna metaverse.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *