Selain JD.ID, JD.com Juga Tutup Layanan di Thailand
Selain JD.ID, JD.Com Juga Tutup Layanan di Thailand

Selain JD.ID, JD.com Juga Tutup Layanan di Thailand

Selain JD.ID, JD.Com Juga Tutup Layanan di Thailand – Perusahaan e-commerce dari China, JD.com juga menutup layanannya di beberapa negara Asia Tenggara.

Selain JD.ID di Indonesia, JD.com juga akan menutup layanannya di Thailand.

Selain JD.ID, JD.Com Juga Tutup Layanan di Thailand

Informasi ini terdapat pada sebuah papan banner baru yang bisa dilihat pengguna ketika mengunjungi website JD.com berbahasa Thailand, yaitu JD.co.th.

Dalam banner tersebut dikatakan bahwa layanan JD Central akan diberhentikan pada 3 Maret 2023 mendatang.

Tidak berbeda seperti JD.ID, JD Central juga akan berhenti menerima pesanan per 15 Februari 2023 mendatang.

Dari pernyataan yang dikutip dari Reuters, pihak JD.com mengatakan bahwa meskipun mereka menghentikan layanan e-commerce di Indonesia dan Thailand, pihaknya akan terus beroperasi seperti biasanya di Asia Tenggara.

Hal ini akan dilakukan melalui berbagai infrastruktur pasokan rekan JD.com yang ada di wilayah tersebut.

BACA JUGA : Manfaat Augmented Reality dalam E-Commerce
Mengapa JD.com menghentikan layanan di Indonesia dan Thailand?

Tidak diketahui mengapa JD.com menghentikan layanannya di beberapa negara Asia Tenggara, khususnya di Indonesia dan Thailand secara bersamaan.

Tapi, hal ini mungkin ada kaitannya dengan kinerja bisnis JD.com yang belum sesuai harapan dan dipengaruhi oleh strategi yang harus dicapai untuk melewati tantangan yang dihadapi pada beberapa waktu belakangan ini.

Di Indonesia, JD.ID melakukan pemutusan hubungan kerja pada 200 karyawannya Desember 2022 yang lalu.

Ketika itu, pihak JD.ID mengungkapkan bahwa PHK tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dan menghadapi tantangan bisnis.

Sedangkan persaingan dari para kompetitor yang tidak kalah besar di Asia Tenggara, seperti Lazada, Shopee, hingga Tokopedia juga mungkin menjadikan JD.ID ini tidak bisa bertahan.

Di negara indonesia sendiri, JD.ID mulai membuka toko pada tahun 2015 lalu, dan bekerja dibawah salah satu toko online terbesar di Asia Tenggara, yaitu JD.com.

Ada juga JD.com yang dibangun pada tahun 1998 lalu sebagai toko ritel JD Multimedia oleh Richard Liu.

Kemudian resmi hadir pertama kali dalam industri e-commerce pada  tahun 2004 lalu melalui situs website JDLaser.com.

Seiring berjalannya waktu, JDLaser terus berkembang menjadi JD Mall pada tahun 2008, melantai dalam Bursa Efek New York (NYSE) tahun 2014 lalu, sampai akhirnya menjadi JD.com dan bermitra bersama beberapa perusahaan ternama seperti Tencent, Walmart, dan lain -lain.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *